Friday, 26 September 2008

teliti saat membeli pulsa elektrik

pulang dari kampus nemenin mba nur belanja baju di ekalos dulu. karena hujan deres banget ya neduh dulu deh. hal yang lumrah deh kalo bulan ramadhan saat maghrib datang pasti semua tempat makan penuh banget. ternyata nda cuman perut idi & mba nur yang lapar tapi simpati juga lapar minta diisi pulsa.
sebelum isi perut ya isi pulsa dulu deh di camera photo yang di deket food mart. pulsa elektrik aja seperti biasa.
setelah tunggu punya tunggu kok nda masuk juga pulsa nya ya........
si mba pramuniaganya nyaranin buat cek pulsa aja....... tapi tetep aja nda masuk.

nda sengja mata idi melirik ke kwitansi yang ditulis sang mba pramuniaga ini........ lho kok bukan 976 tapi 979 sih.
idi complain lah. si mba ini langsung kaget dan panik. nda lama pramuniaga seniornya dateng dan memberikan pulsa sesuai nomor yang idi tulis deh. Ah sempet ilfil juga kok idi yang beli tapi nyampenya ke orang lain......

akhirnya dapet tempat juga di mie menteng........ gantian deh sekarang perut diisi hehe. saat melangkah di depan camera photo sang mba pramuniaga senior datengin dan bilang kalo si mba yang melakukan kesalahan tadi mau menyampaikan sesuatu.

guest what?
dia minta idi membayar pulsa yang nyasar itu.
" bu... kalo ibu bayar pulsa yang nyasar tadi mau ga? soalnya saya kan kerja di sini."
idi cuman nyengir bingung apa maksudnya.
si mba itu bilang " tadi saya udah telp ke nomor 979 itu katanya dia mau transfer ke no ibu..... kalo ibu berkenan membayar nanti si 979 akan segera transfer."
idi cuman jawab " oh..... ya silahkan aja.... tapi saya baru akan bayar setelah pulsanya ditransfer."
reaksi mba itu agak be-te....
aneh kan yang buat kesalahan dia kok dia yang bete. dan sibuk nda jelas deh. sementara sang pramuniaga senior dah ngerasa nda enak ngbiarin idi nunggu nda jelas.
setelah tunggu punya tunggu sekitar 15 menit nda masuk juga itu transferan pulsa. akhirnya sang mba yang senior ini mempersilahkan idi buat ninggalin counter.
ternyata sampe hari ini pun nda ada tuh pulsa yang katanya mau ditransfer itu.

sebelumnya terjadi 2 bulan lalu....... idi isi pulsa 50 ribu tapi hanya dikirim 10rb. untungnya sebelum ninggalin counter, idi cek pulsa dulu. sang penjual memminta idi buat transfer pulsa 10rb yang salah kirim itu. idi pikir pulsa itu nda akan basi kan karena bisa kita gunakan kapanpun jadi idi milih nda transfer tapi idi beli aja 60rb itu.
daripada susah sih.



kayaknya zaman sekarang kita memang mesti extra hati - hati dan teliti dalam hal apapun juga bahkan di tempat pembelian pulsa langganan kita.

Monday, 15 September 2008

service kafe/ resto dan warung tenda kaki lima

Kemaren sore idi dan beberapa teman isenk buka puasa di luar.

Sebagai tujuan awal kita mampir di sebuah kafe terkenal deh di kota bogor ( kalo liat gambar ini pasti tau kafe apakah itu hehe).

Sampe di kafe, memang sudah sangat mepet waktu buka puasa ya sekitar 10 menit lagi deh.

Semua waitress sepertinya sibuk di dapur membantu sang koki karena tidak keliatan satu pun yang berkeliaran ( tidak seperti biasanya saat bukan bulan ramadhan).

Seorang waitress cowo menghampiri kami dan menyuguhkan aqua kelas sambil berkata : “ Tazilnya habis jadi ini aja ya buka bukanya.”

Lalu sang waitress pun menghilang lagi.

Dia kelihatan sangat sibik bulak balik beberapa meja untuk menyajikan pesanan dari meja2 tersebut.

Akhirnya mas waitress pun hadir kembali di meja kami.

Wajahnya agak jutek dan cenderung nda ramah. Mas Donny one of my friend langsung bertanya,” Mas, kira- kira pesenan yang cepet apa ya?’

Sang waitress dengan gaya sok galak menjawab,” semua juga cepet mas….. kalo nda pas bulan puasa gini.”

Jawaban sang waitress sontak membuat kita berempat langsung menatapnya secara bersamaan. Eh kok jawabnya nda bagus banget ya.

Hendra pun mengulangi lagi pertanyaannya. Dan sang waitress kembali menjawab dengan agak keras. “semua juga cepet mas….. tapi karena sekarang semua pengunjung dateng di jam yang bersamaan jadi ya mesti ngantri buat dapetin pesanan.”

Mas Bahar akhirnya ikur angkat bicara,” jadi artinya nda ada yang cepet dunk?”

Sang waitress pun menjawab, “ ya ada tapi mesti ngantri.”

Mas Donny langsung nimpalin, “ Nah kalau ada menu nya apa mas? Kalo mesti ngantri ya pasti lah. Dari tadi ditanya kok jawabannya berbelit – belit gitu to.”

Mungkin karena merasa malu sang waitress jadi senewen juga. Yang cepet ya teh manis, crean sup, pisang gorng dan kentang goreng”.

Setelah kita setuju memesan menu yang katanya akan disajikan dengan cepat itu pun sang waitress langsung melesat ke dapur dan melayani meja lainnya.

Datangnya sang waitress sambil membawa 4 buah teh manis hangat dan dilanjutkan dengan cream sup. Wajahnya masih dengan style tekuk 1000.

Seorang waitress cewe melewati meja kami. Dan kami bertanyalah kira- kira pesanan kami kapan akan disajikan. Sang waitress cewe ini menjawab, “ sebentar lagi juga akan diantar, udah jadi semua kok. Tapi karena pengunjung dateng bersamaan saat buka kita jadi kurang kurang orang deh.”

Nda lama si mbak menghampiri meja kami dengan membawa pesanan yang bukan pesanan kami. Kayaknya si mbak udah kecapean deh.

Pesanan kentang goreng dan pisang goreng pu akhirnya hadir di meja kami. Setelah menyantapnya ya kita cabut deh unutk menuju makanan utama.

Tujuannya adalah soto khas bogor albaroqah yang lokasinya di depan ada swalayan.

( gambar beda nda apa ya)

Di warung tenda yang sederhana ini mas hendrik dibantu 2 orang temannya. Mas Hendrik bilang “kalo ramadhan gini kan pengunjung suka dateng banyak dan bersamaan jadi ya mesti nambah tenaga biar mereka bisa terlayani dengan baik.”.

Jawaban Mas Hendrik sangat membuat idi nyengir. Yang penjual kaki lima bisa aja bisa berpikir seperti itu kenapa pemilik kafe tadi tidak ya?

Monday, 11 August 2008

Nonton Ikatan Penyanyi Jalanan di kedai telapak

10 Agustus sore itu akhirnya cerah juga setelah seharian matahari enggan bersinar.
Jam 17.15 waktu setempat akhirnya idi dan euis sampai juga di kedai telapak. Sore ini kami berdua berniat melihat pementasan yang dilakukan oleh temen2 dari Ikatan Penyanyi Jalanan.
Image kami sangat mendengar penyanyi jalanan ya pengamen lah. tapi ternyata setelah bertemu dengan mas Agil salah satu dedengkot generasi muda dan mas Dedi sang dedengkot generasi tua yang kebetulan dipercaya sebagai Bapak ketua IPJ, pandangan kami pun tercerahkan.
IPJ adalah oraganisasi kecil mereka dalam berseni. mereka juga cukup banyak berkarya lah. perfomance mereka di Kedai Telapak sore itu juga menujukkan kalau mereka nda kalah kok dengan musisi yang lebih beruntung dari mereka.

Kekhawatiran yang sempat hinggap di benak idi dan euis pun menghilang karena mereka sangat terbuka dan tidak mengerikan seperti pengamen jalanan hehehe.

Keberanian idi untuk menemui mereka adalah karena sebuah ide kecil untuk memberikan sedikit ilmu bermusik. jadi mereka pun bisa lebih baik dan mungkin bisa mendapatkan penghidupan yang lebih baik dan kebetulan idi punya seorang teman yang berkutat dalam dunia musik. Jadi engga ada salahnya memberikan jembatan buat mereka berdua kan :)
mudah- mudahan temanku sang musisi masih berkenan membantu ya...........

Friday, 6 June 2008

nengok batu tulis ciaruteun


Batutulis Ciaruteun

Prasasti Ciaruteun merupakan salah satu prasasti yang berasal dari zaman Raja Purnawarman yang menguasai Kerajaan Tarumanagara pada abad ke 5 M, yang bertuliskan huruf palawa dan berbahasa sansakerta.

Prasasti ini terletak di pinggir sungai Ciaruteun. Pada prasasti ini terdapat lukisan laba-laba dan tapak kaki yang dipahatkan pada tulisannya. Bacaannya terdiri dari empat baris yang ditulis dalam bentuk puisi. Prasasti Ciaruteun terbuat dari batu andesit dikeluarkan oleh Purnawarman dari Tarumanagara berhuruf Palawa dan berbahasa Sanskerta, isinya ialah : Vikrantasyavenipateh, srimarah purnavarmanah, tarumanagarendrasya, visnor iva padadvayam. Yang artinya :Ini (bekas) dua kaki yang seperti kaki dewa Wisnu, ialah kaki yang mulia Sang Purnawarman, raja di negari Taruma, raja yang gagah berani di dunia.

Pada tahun 1981 prasasti ini dipindahkan ke tempat yang datar dan telah dibuatkan cukup pengaman, juga telah tercatat dalam laporan kepurbakalaan Jawa Barat tahun 1914. Pada permulaan tahun 2003 telah dipindahkan ke sebuah bangunan yang bergaya Joglo di tepi sungai Ciaruteun Desa Ciampea Bogor.


Rasanya seumur - umur baru denger deh ada prasasti batu tulis ciaruteun.

pas cerita sama temen2 di kampus eh ternyata mereka udah pernah ke sana waktu SD. ( itu salah satu tempat yang biasa didatengin oleh muris SD di kawasan kampus darmaga dan sekitarnya). upaya untuk mencapai lokasi batu tulis ciaruteun ini juga cukup bikin idi amaze. serasa ke antah berantah dunia sebelah mana gitu deh. padahal ya nda jauh dari ciampea he...he.... tapi masuk ke dalamnya lumayan lah beberapa kilometer dengan hamparan sawah di sana sini.
akhirnya ada deh plang bertulis " SELAMAT DATANG DI KAWASAN WISATA BATU TULIS CIARUTEN".

waduh termasuk kawasan wisata to........
perjalanan masih beberapa kilometer lagi untuk sampai di lokasi. dan akhir sampe deh si sebuah lapang parkir dan terlihatlah sebuah jalan menurun beberap meter dari situ terlihat sebuah jalan setapak yang menuju ke prasasti. karena abis hujan deras jadi udaranya juga cukup lembab.
beberapa menit di prasasti batu tulis ini bikin idi tersenyum. nda kebayangkan gimana caranya bisa menapakkan kaki di batu, trus gimana caranya mengangkat batu sebesar itu untuk menempati lokasinya yang sekarang.

sekarang sebagai urang sunda dan urang bogor idi udah tau or menginjakan kaki di prasasti ini. jadi
udah bisa nyambung deh kalo ada yang cerita tentang prasasti batu tulis ciaruteun ini he...he.....


nengok prasasti batu tulis

Prasasti Batutulis di Bogor
Prasasti Batutulis terletak di jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Kompleks Prasasti Batutulis memiliki luas 17 x 15 meter. Batu Prasasti dan benda-benda lain peninggalan kerajaan SundaSunda Kuno. terdapat dalam komplek ini. Pada batu ini berukir kalimat-kalimat dengan huruf

Tulisan nu diukirkeun dina prasasti Batutulis
Tulisan nu diukirkeun dina prasasti Batutulis
Isi Prasasti
  • Wangna pun ini sakakala, prebu ratu purane pun,
  • diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana
  • di wastu diya wingaran sri baduga maharaja ratu hajj di pakwan pajajaran seri sang ratu dewata
  • pun ya nu nyusuk na pakwan
  • diva anak rahyang dewa niskala sa(ng) sida mokta dimguna tiga i(n) cu rahyang niskala-niskala wastu ka(n) cana sa(ng) sida mokta ka nusalarang
  • ya siya ni nyiyan sakakala gugunungan ngabalay nyiyan samida, nyiyanl sa(ng)h yang talaga rena mahawijaya, ya siya, o o i saka, panca pandawa e(m) ban bumi

Tarjamahna kira-kira kieu:

  1. muga-muga salamet ieu tanda paringetan, Prabu Ratu almarhum, dinobatkeun
  2. anjeunna kalayan jeneng Prabu Guru Dewataprana, dinobatkeun (deui) anjeunna kalayan ngaran Sri
  3. Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu De-
  4. wata anjeunna nu nyieun susukan di Pakuan anjeunna anak Rahyang Nis-
  5. kala nu dikurebkeun di Gunatiga incu Rahyang Niskala Wastu
  6. Kancana, nu dikurebkeun di Nusalarang, anjeunna nu nyieun paringet-
  7. an gugunungan, ngabalay nyieun hambalan keur leuweung Samida, nyieun Sanghyang Talaga
  8. rena Mahawijaya, (dijieun) dina (taun) Saka, "Panca Panda-
  9. wa Ngemban Bumi" [1].

Terjemahan

Terjemahan bebasnya kira-kira seperti ini

  • Semoga selamat, ini tanda peringatan Prabu Ratu almarhum
  • Dinobatkan dia dengan nama Prabu Guru Dewataprana,
  • dinobatkan (lagi) dia dengan nama Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata.
  • Dialah yang membuat parit (pertahanan) Pakuan.
  • Dia putera Rahiyang Dewa Niskala yang dipusarakan di Gunatiga, cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang dipusarakan ke Nusa Larang.
  • Dialah yang membuat tanda peringatan berupa gunung-gunungan, membuat undakan untuk hutan Samida[1], membuat Sahiyang Telaga Rena Mahawijaya (dibuat) dalam (tahun) Saka "Panca Pandawa Mengemban Bumi"[2

Catatan kaki

  1. ^ Lokasi hutan samida ini konon yang sekarang dipakai sebagai Kebun Raya Bogor.
  2. ^ Ini adalah sangkala yang artinya adalah 5 5 4 1 atau kalau dibalik adalah 1455 Saka (1533 Masehi)

Salinan gambar prasasti Batu Tulis dari buku The Sunda Kingdom of West Java From Tarumanagara to Pakuan Pajajaran with the Royal Center of Bogor
Salinan gambar prasasti Batu Tulis dari buku The Sunda Kingdom of West Java From Tarumanagara to Pakuan Pajajaran with the Royal Center of Bogor
Prasasti Batutulis terletak di jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
sejak umur 3 tahun tinggal di kota bogor dan sering banget lewat lokasi prasasti batu tulis akhirnya kesampean juga liat ke lokasi ini.
awalnya ya lunch di purwakalih aja, karena gosip yang beredarkan kan sayur asemnya nyummy banget jadi pengen nyoba deh, ternyata tastenya plek mirip sama dengan sayur asem buat mamah. wah jadi kangen sayur asem buatan mamah deh.
abis lunch ..... tinggal sejengkal dunk dari prasasti batu tulis gitu lho, so sekalian deh menuntaskan rasa penasaran. seperti apa sih prasasti batu tulis itu
terbayar deh rasa penasaran yang selama ini tentang seperti apa wujud aslinya .... kan selama ini hanya kita liat dari buku sejarah aja he...he.....