Friday, 12 December 2008
Hari sabtu 6 desember 2008, idi dateng ke bonenkai bareng niken. Acara seru lah, dan isinya ya berbagai budaya jepang. Ada festival makanan ( sushi, dorayaki, teriyaki dan sejenisnya), japan band festival, bazzar pernak – pernik jepang. Juga beberapa cosplay nampak wara wiri di koridor hotel salak. Idi sempat berpikir kok festival budaya jepang hanya sedikit ya…….. kok nda ada kurusu manga, nda ada festival foto atau yang lain deh.
Tapi idi seneng karena bisa kenal dengan pak rubaya ( ahli kaligrafi jepang) juga mba catur yang ahli origami. Mba catur bisa bikin orang2 jepang dari kertas lho.
Pagi ini saat liat jadwal acara bonenkai ……. Idi nyengir oh…. Ternyata bukan nda ada tapi idi aja yang nda merhatiin. Karena sebenarnya event itu ada kok dan diselenggarakan di batu tulis area ( ruang2 pertemuan yang letaknya di lantai atas). Wah coba kalo idi liat jadwal acaranya …. Mungkin bisa liat lebih banyak dari hari sabtu itu ya
Wednesday, 26 November 2008
ada NERA lho

NERA adalah sebuah grup jazz etnik asal
Produksi : Aquarius Musikindo
Tahun : 2005
Daftar Lagu :
1. Samo Lime
2. Wongga
3. Nera
4. Wajogea
5. Come Home
6. Mori Sambe
7. One Mori
8. Ntala
Kalo berminat liat penampilan NERA datang aja ke JAK JAZZ FESTIVAL 2008
FINALLY nonton konser jazz BOI AKIH juga
Setelah nda berhasil dapet tiket konser jazz boi akih, ya nda ngarep deh.
Sesampainya di kampus pagi itu, mba nur kasih kabar yang lumayan menggembirakan. “ mba…. Dapet tiket nih….. tapi baru 1”. Waduh kalo 1 tiket
Di GWW memang udah banyak yang ngantri maklum diundangan
Karena kita bertiga terdaftar sebagai karyawan jadi ya nonton nya di bawah deket stage …..nda bareng mahasiswa yang kebagian tempat di atas.
Jam saat itu udah menunjukkan jam 19.55 tapi bangku yang diperuntukan untuk dosen dan undangan karyawan masih terlihat lengang………. Sangat kontras dengan bangku yang diperuntukan untuk para mahasiswa.
Tau dunk lagu … waktu hujan sore- sore? Lagu itu dibawakan secara akustik oleh monica akihary dan niels Brouwer dengan kemasan yang jauh berbeda dengan aslinya.
BOI AKIH

Monica Akihary ( vocal), Niels Brouwer ( gitar), Victor de Boo ( drums, Ernest Glerum ( double bass) dan Mike del Ferro ( piano + keyboards).
Nama besar Boi Akih memang belum terlalu banyak dikenal di
Musik yang mereka hadirkan merupakan gabungan antara jazz, musik klasik modern, musik eksperimental, gamelan
Rasanya kita memang tidak memmbutuhkan waktu lama untuk menyukai nya. Yang terjadi hanyalah suatu oengalaman untuk mendengarkan sesuatu yang begitu indah. Musik garda depan dari sebuah pulau yang jauh. Musik garda depan. Sebagaimana disampaikan oleh akustik Gitarre D.
Permainan mereka yang selalu menantang dan tidak berada di garis aman dikemas dalam akrobatik musik yang terkesan begitu berani sering membuat para pendengar atau audiencenya menahan nafas tanpa disadari.
Boi Akih sendiri sangat terkenal di negeri Belanda. Karena memang para personilnya berasal dari negeri kincir tersebut.
Meski Boi Akih baru pertama kali perform di Indonesia…. Tapi musisi yang digandeng oleh Monica Akihary dan Niels Brouwer bukanlah musisi baru. Sebut saja Pemain dtrum Victor de Boo yang pernah ikut tur di
Birokrasi yang rumit untuk Konser Musik Jazz Belanda: BOI AKIH
Keinginan buat bisa nonton penampilan BOI AKIH yang akan dilaksanakan pada hari Senin, 24 November 2008, Pukul 19.30 s.d. 21.30 di Gedung Graha Wisuda IPB rasanya jadi suatu yang tidak mungkin.
Kemaren siang ( 20 nov 2008 jam 1.30), idi coba telp ke pihak direktorat kemahasiswaan IPB untuk nanya apakah tiket konsernya masih tersedia atau sudah habis. Kalo masih ada bagaimana prosedur untuk memperolehnya. Pihak kemahasiswaan menyatakan bahwa tiket masih tersedia dan meminta idi dating sebelum jam 3 sore. Dengan alasan supaya masih kebagian tiketnya.
Jam 2 lebih sedikit akhirnya idi dan mba nur sampe di direktorat kemahasiswaan. Di kaca terpampang pemngumuman kalo pemesanan tiket ditutup tanggal 18 nov 2008. ( lho gimana sih…. Katanya tadi masih bisa terus kok ternyata pemesanan tiket dah tutup).
Akhirnya untuk memastikan ya idi tanya lah pada si mas pengurus tiket.
Dengan galak mas tiket itu bilang kalo pemesanan tiket sudah tutup.
Idi menegaskan kalo idi dating itu karena tadi pas idi telp katanya diminta dating langsung sebelum jam 3 supaya nda kehabisan tiketnya.
Mas itu bertanya ….. mba........ tadi pas mba telp sapa yang terima?
Idi jawab Mas …. Saya nda nanya lah. Dia juga nda memperkenalkan diri kok jadi mana saya tau. Bukan seharusnya dia yang memperkenalkan diri ?
( etikanya dia trima telp dengan, “ direkotorat kemahasiswaan, dengan anwar ( misalnya) ada yang bisa saya bantu? …….. :(
Mas tersebut dengan agak malu lalu bertanya apakah idi pegawai atau mahasiswa. Idi jawab kah kalo idi kerja di lembaga bahasa yang bekerjasama dengan faperta ipb. Begitu idi tanyakan bagaimana kalo mau ambil tiket itu system dan prosedurnya seperti apa.
Sang mas menjawab dengan sok galak. “ mba mesti bawa
Seru ya dekan dan ketua departemen kok mesti ikutan urusan pemesanan tiket konser gini ya……
Selanjutnya idi bilang kalo idi butuh 4 tiket….. apakah bisa saya ambil sendiri.
Mas itu kembali keukeuh kalo tiap orang hanya bisa mendapat 1 tiket bahkan dosen dan pegawai. Dan pengambilan tiket itu tidak bisa diwakilkan oleh siapapun, mesti dating sendiri. Nah lho…. Apa gunanya
Apakah kalo ada 50 orang yang pesan dalam sebuah departemen mesti 50 orang itu datang sendiri ke direktorat kemahawsiswaan hanya untuk mengambil tiketnya?
Akhirnya karena terlalu berbelit- belit, berbirobrasi dan bertele – tele, idi yang mangkel. Mentang – mentang gratis kok dipersulit gitu lho.
Idi langsung bilang, “ ya udah kalo gitu mending nda usah aja deh mas.” Mas itu berusaha memberikan penjelasan extra tentang birokrasi dan idi hanya menjawab , “ nda usah aja deh kalo urusannya rujit gitu. Dan melenggang lah idi dan mba nur. Pas idi nengok ke mba nur ternyata mba nur dah nahan marah juga.
Pagi ini ( 21 Nov 2008) idi liat di internet info ini……….Untuk memperoleh tiket masuk dapat menghubungi langsung Direktorat Kemahasiswaan IPB. Tiket masuk bagi staf pengajar, dan pegawai IPB akan dikirimkan ke masing-masing unit kerja.
Nah lho….. kok jadi nda jelas gitu ya urusannya.
Seru ya birokrasinya. Mana yang bener ? nda ngerti juga deh. Kenapa hanya untuk sebuah konser musik saja mesti dengan birokrasi yang berbelit2 seperti ini?
Kenapa nda sistemnya dipermudah……. Siapa yang mau nonton silahkan datang ke direktorat kemahasiswaan untuk pemesanan tiket dan tidak dipersulit dunk. Karena memang prosedurnya sebenarnya
Monday, 27 October 2008
MENGEJAR LASKAR PELANGI
MENGEJAR LASKAR PELANGI
Jumat lalu … idi baru tahu kalo vinny my cousin belum nonton laskar pelangi. Akhirnya ter plan …. Sabtu ajakin vinny nonton ah. Ternyata vinny nda bia karena ada jadwal laen. So jadi deh hari minggu kita berencana nonton. Biar nda kesorean ya yang jam 12.15 aja deh.
Karena plan nonton yang jam 12.15 jadi kita berangkat dari rumah jam 11, dengan pertimbangan toh film laskar pelangi dah diputar cukup lama jadi kayaknya dah nda agak penuh deh. Apalagi waktu hari rabu idi sama mba nur nonton juga udah nda penuh.
Ternyata perkiraan kami salah…… sampe botani square jam 11.45, udah nda kebagian tiket nonton laskar pelangi yang jam 12.15. Mba penjual tiket langsung menawarkan untuk segera pesan yang jam 14.30.
Tapi idi sama vinny masih belum bisa memutuskan.
Kita masih pengen memastikan kondisi itu tidak hanya terjadi di botani aja. Akhirnya kita ke BTM, karena
Sampe BTM jam 12.00……………… kami hanya bisa terheran- heran. Antrian tiketnya puanjang buanget kayak kereta api……. Begitu juga orang yang akan masuk ke studio buat nonton.
Setelah vinny setuu untuk nonton yang jam 14.30, akhirnya kita kembali lagi deh ke XXI botani square. Hehe sebelum makan kita pesen tiket dulu deh…… waduh meski baru jam 12.30 tapi udah setengah studio terisi.
Setelah beli tiket ……… kita makan deh di mister baso……. Seperti biasa nasi goreng ayam BBQ jadi pilihan idi, sementara vinny lebih memilih nasi goreng seafood.
Karena jam masih menunjukkan jam 13.30 jadi setelah makan kita mampir dulu deh ke gramed. Biasanya waktu akan terasa cepat saat berada di took buku hehehe. Tuh bener
Akhirnya jam 14.30 kita menuju ke studio 3 tempat diputarnya film laskar pelangi……… hehehe di lorong yang mengarah ke studio 3 orang dah sangat mengantri dan penuh…… mungkin dan beda dengan mau ngantri sembako deh. Studio penuh oleh anak kecil, anak ABG, ibu atau tante yang anter ponakan. Bahkan konon katanya ada banyak orang yang rela menguras kocek untuk nonton laskar pelangi itu lebih dari 1 kali.
Jam 16.30an film pun selesai tayang……………
Rasanya seneng dan lega banget bisa ajak vinny nonton film yang berkualitas. Nda henti – henti dia bilang ,” mba filmnya bagus banget ya.” atau “ mba filmnya kerena abis deh.”
Diantar film2
Seandainya novel laskar pelangi itu tidak pernah ada……….. mungkin kah dunai perfilman
Dulu pernah ada film pasir berbisk, biola tak berdawai dan sejenisnya. Tapi sekarang saat dunia perfilman indoensia mulai menggeliat dan semarak…….. kenapa yang lebih banyak hadir bukanlah film2 dengan tema dan alur cerita yang berbobot? Apa susah sih bikin film yang tema bagus dan mendidik?
AKHIRNYA NONTON LASKAR PELANGI JUGA
Meski belum baca novel karya Andrea Hirata itu tapi panasaran juga dengan film yang katanya sangat bagus karya Riri Riza dan diproduksi oleh Miles Production dan Mizan Production itu.
Setelah malem sebelumnya dapet info dari fauzan ( dia udah 3 kali nonton lho), kalau laskar pelangi hanya diputar sampai akhir minggu ini aja. Maka rabu pagi itu, idi putusin pokoknya mesti nonton ah, mau ada temennya or sendiri nda masalah deh.
Ternyata mba nur penasaran sama film itu jadi …….. nda jadi deh nonton sendirinya.
Jam 15.00 dah cabut deh dari kampus, karena kita plan nonton yang jam 16.45 di
Film yang berlatar belakang tahun 1970 an itu sangat membuka sisi lain dari keindahan belitung dan kekakyaan belitung dengan PN Timah nya yang gulung tikar pada tahun akhir 1980an.
Suka cita yang dialami oleh ikam dan teman2nya. Dari perjuangan lintang untuk mencapai SD Muhammadiyah, persahabatan mahar dan flo yang mengantar SD yang hanya dilirik sebelah mata itu menjadi juara dalam karnaval dengan tarian suku asmatnya. Ikam yang jatuh cinta pada Aling dengan kuku tercantik di dunianya dan sebagainya sangat mehangatkan suasana. Berbagai rasapun bercampur saat menyaksikan nya ada sedih, ada tawa, ada senyum, ada rasa miris, ada rasa kagum .
Pesan moral yang dihadirkan pun sangat membekas di hati dan benak para penonton nya ( seharusnya lho).
Pesan itu singkat dan sederhana tapi sanggup membuat kita tertegun dan merasa malu dengan malu dengan apa yang kita alami.
Kita sering merasa kitalah orang yang paling sulit hidup di dunia ini. kita seringkali mengizinkan diri kita untuk menyerah dengan tantangan kecil yang padahal bukan apa2, kita lebih pengen diberi dan diberi.
Kalau kita berani jujur…………. Dan bisa mengatakan film dan novel laskar pelangi itu bagus, rasanya kita jadi lebih bisa berintrospeksi dan membandingkan antara kehidupan kita dan kehidupan para laskar peklangi.
Setelah nonton film dengan durasi yang lumayan itu ( 16.45 – 19.00) beberapa gelitir pertanyaan tercipta dari benak idi ; antara lain :
- Seberapa berapa berat hidup kita sekarang dan pada saat kita kanak- kanak dulu bila dibandingkan dengan kehidupan mereka di tanah gantong.
- Kenapa lintang seolah nda punya rasa malas meski dia harus menepuh jarak dan rintangan dalam menuju sd muhammadiyah?
- Kenapa mereka tetap bisa semangat meski sekolah mereka tidak memadai?
- Apa sih yang bisa membuat bu muslimah dan pak cik berani mempertahankan sd tertua di belitung itu?
- Apakah kita pernah bangga dengan guru2 yang telah membantu kita menjadi seperti sekarang?
- Apakah kita lebih bangga saat kita bisa memberikan sesuatu atau kita lebih bangga saat orang lain memberi sesuatu pada kita?
- Apakah kita punya semangat seperti yang laskar pelangi punya? Kenapa mereka bisa mempunyai semangat dan keyakinan yang tinggi seperti itu?
Setelah nonton kemaren, idi jadi pengen bisa adain putar film laskar pelangi buat anak2 di daerah2 yang masih terisolir, daerah2 pedalaman, bagi anak2 yang tidak mampu, anak2 jalanan. Karena film ini emang sangat bagus pesan moralnya, singkat, padat, jelas dan sangat membekas di hati dan benak kita.
Meski memang tidak semua pesan dalam novel bisa dijabarkan secara utuh. Kalau semua dijabarkan durasi filmya mau berapa lama? Hehehe.
Doain mudah-mudahan ……………….ada pihak yang berkenan membantu idi bisa meralisasikan mimpi ini ya………